Senin, 11 Oktober 2010

???

Tadi pagi-siang praktikum
Ada temen nyoba2 ilmu menganalisis orang...
Dan saya salah satu korban 'percobaannya'

Hadeuh...

Dia bilang,
"Lo mikirnya berat ya? Kalo ngelakuin sesuatu juga setingkat lebih tinggi dari temen2 sebaya lo!"

Tiba2 ada yang nyaut,
"Itu sih kita semua udah tau. Yang laen dong! Apa yang lo liat dari Cipi?"

"Apa ya? Kayak ada kesedihan jauh di dalem diri dia yang gak bisa dibagi sama orang laen. Tapi mungkin karena dia gak mau mikirin kesedihan itu, makanya dia terus-terusan ngejar banyak hal,fokus bikin ini-itu..."

Hmm... Jadi mikir, "Emang iya keliatan gitu ya?"

Menurut saya... mungkin dia ada benarnya.
Ada yang saya simpan sendiri, karena memang tak perlu dibagi, tak menginspirasi.
Tapi bukan kesedihan, hanya memang ada yang tak bisa diceritakan.

Menenggelamkan diri dalam karya-karya.
Karya-karya yang...mungkin bagi sebagian orang tampak seperti pelarian dari kesedihan.
Karya-karya yang bagi saya menjadi ambisi dan misi.
Cita-cita...

Mungkin sebenarnya jiwa melankolis saya cukup tinggi, tapi saya mau jadi orang kuat!

Saya anak pertama.
Mungkin itu faktor utamanya.
Tahukah kawan, tak mudah bagi seorang perempuan jadi anak pertama.
Apalagi dengan dua orang adik yang masih kecil.

Tidak...tidak...
Saya tidak mau mengeluh, saya sayang mereka lillahi ta'ala
Seperti apapun kondisi mereka.

Cuma...
Memang tak mudah...
Entahlah!
Orang tua sepertinya punya banyak tuntutan
Tapi bahkan mereka tak akan berani menyatakannya

Entahlah!

Jadi biarkan saja saya tetap berkarya
dengan karya-karya yang kan menjadikan saya sosok sejarah di masa depan
atau setidaknya
menjadi otentisitas bukti bahwa saya pernah ada di dunia ini.

Entahlah!

Mungkin karena saya tidak bisa membuat langkah-langkah besar untuk menjawab segenap harapan yang tertumpu di pundak,
Maka hanya karya-karya itu yang saya buat.
Jadi biarkan saya berkarya
Mungkin dalam dunia yang tidak kalian mengerti

Tapak-tapak yang melangkah kecil-kecil dan tertatih
pelan dan perlahan
Apa yang bisa dilakukan dengan semua itu?
Tak banyak...

Tapi biarlah ada karya-karya itu

Rabb...sepertinya makhluk kecilmu ini terlalu manja

Tapi paling tidak,
meskipun tak menceritakan pada kalian
Cukuplah saya bisa jujur pada diri saya sendiri

Dzahirnya kuat
Bathinnya juga harus kuat

Satu hal yang paling kuharapkan dari karya-karya itu
Semoga bisa membawa diri ini
Lebih mencintaiMu dari waktu ke waktu


"Sering kita merasa TAQWA, tanpa sadar terjebak rasa, dengan sengaja mencuri-curi, diam-diam ingkar hati. Pada ALLAH mengaku CINTA walau pada kenyataannya pada HARTA pada DUNIA tunduk seraya menghamba" -raihan-

Jauhkan hamba dari yang demikian Yaa Rabb...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar